Sabtu, 13 November 2021

3.3.a.10. Aksi Nyata - Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid

SOSIALISASI DAN BAKTI LINGKUNGAN PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK

OLAH SAMPAHMU, SAYANGI BUMIMU

SMA NEGERI 1 KROYA

OLEH:

KURNIANINGSIH – CGP ANGKATAN 2 KABUPATEN CILACAP

 

A. LATAR BELAKANG KEGIATAN

Menurut Ki Hajar Dewantara, Pendidikan sebagai tuntunan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Dalam menuntun, kodrat anak harus disesuaikan dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Kodrat alam adalah lingkungan alam tempat peserta didik berada, baik itu kultur budaya maupun kondisi alam geografisnya. Sedangkan kodrat zaman adalah perubahan dari waktu ke waktu. Bila melihat dari kodrat zaman saat ini, pendidikan global menekankan pada kemampuan anak untuk memiliki keterampilan Abad 21 dengan melihat kodrat anak Indonesia sesungguhnya. Sekolah dapat menjadi tempat mengajarkan kebiasaan yang baik pada murid dan membuatnya menjadi pembiasaan sehingga membudaya dan menguatkan profil pelajar Pancasila.

Sekolah sebagai lembaga pendidikan, mempunyai peranan penting dalam mewujudkan insan-insan yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cerdas, trampil, sehat, dan bijaksana, selayaknya sekolah memiliki andil yang besar dalam mewujudkan masyarakat peduli lingkungan sehat. 

Guru sebagai pamong, fasilitator, motivator dan diseminator memiliki peran yang strategis. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh guru dalam upaya untuk mewujudkan tujuan pendidikan. Salah satunya dengan mengangkat peristiwa-peristiwa yang kontekstual ke dalam pembelajaran dan kegiatan-kegiatan di sekolah, antara lain mengenai ‘sampah’. Saat ini, permasalahan sampah merupakan hal yang sangat membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak dan warga sekitar. Salah satunya adalah sampah rumah tangga organik yang sampai saat ini masih menjadi permasalahan yang belum dapat diatasi secara tuntas. Jumlah sampah yang banyak dan menumpuk dapat menyebabkan terjadinya pencemaran terhadap lingkungan di sekitarnya, menimbulkan bau tak sedap terhadap lingkungan, lingkungan yang kotor, pemandangan yang kumuh, menjadi sarang bagi vektor seperti tikus, lalat, kecoa, dan nyamuk yang dapat menyebabkan terjadinya wabah penyakit, juga menghasilkan gas metana yang dapat meningkatkan pemanasan global. Supaya sampah tidak menjadi beban bagi lingkungan maka semestinya tidak langsung dibuang ke lingkungan tanpa pengolahan terlebih dahulu. 

Berdasarkan hal tersebut, pengolahan sampah organik merupakan hal yang sangat kontekstual apabila diangkat dalam kegiatan pembelajaran dan kegiatan lain di sekolah. Dengan menyelenggarakan pembelajaran menggunakan peristiwa yang kontekstual, dapat membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan, keterampilan dan produk yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai individu, anggota keluarga dan masyarakat. 

Materi pengolahan sampah organik dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan proses belajar mengajar yang sesuai dengan kompetensi dasarnya. Dapat  pula diterapkan dalam kegiatan rutin sekolah, misalnya melalui kegiatan adiwiyata pada kelompok kerja kader pengolahan sampah organik. Pengolahan sampah organik dapat dijadikan sebagai budaya baik di sekolah maupun di rumah. Murid dapat menguasai pemahaman dan keterampilan mengolah sampah organik, bahkan dapat menjadi agen diseminator bagi masyarakat dan lingkungan dengan melakukan kegiatan bersama tim mereka. Hal ini merupakan penerapan masyarakat belajar yaitu melatih siswa untuk bekerjasama, sharing idea, saling berbagi pengalaman, pengetahuan, saling berkomunikasi dan berkreasi sehingga terjadi interaksi yang positif antar siswa dan pada akhirnya siswa terlibat secara aktif belajar bersama-sama, bermanfaat bagi dirinya, masyarakat dan lingkungannya . 


B. PELAKSANAAN BAKTI LINGKUNGAN DAN SOSIALISASI PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK

Kegiatan pengolahan sampah organik di SMA Negeri 1 Kroya saya laksanakan dengan mengintegrasikannya ke dalam pembelajaran mata pelajaran yang saya ampu yaitu mata pelajaran Biologi dan saya laksanakan pula sebagai salah satu kegiatan rutin di sekolah yaitu kegiatan adiwiyata melalui kelompok kerja kader pengolahan sampah organik.

Dalam mata pelajaran Biologi pada Kompetensi Dasar Pertumbuhan dan Perkembangan, saya membuat projek pengolahan sampah organik menjadi produk yang bermanfaat. Pada kegiatan projek ini, murid merancang sendiri produknya sesuai dengan minat, kemampuan dan ketersediaan sampah organik yang ada di rumah mereka. Kemudian mereka membuat produk sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat. Produk pengolahan sampah organik yang dirancang dan dihasilkan berupa kompos, pupuk organik cair dan ecoenzyme dengan menggunakan bahan dan metode yang bervariasi. Produk hasil pengolahan sampah organik rumah tangga tersebut kemudian digunakan sebagai bahan untuk melakukan percobaan pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman. Pada percobaan pertumbuhan dan perkembangan tanaman menggunakan produk hasil pengolahan sampah organik ini pun murid merancang sendiri percobaan mereka sesuai dengan minat, kemampuan dan kreativitasnya masing-masing. Murid melaksanakan percobaan hasil rancangan mereka dan membuat laporan dalam bentuk yang bervariasi sesuai dengan minat dan kemampuannya, terdapat bentuk poster, power point, pdf, dan video. Hal ini merupakan penerapan pembelajaran berdiferensiasi yang saya pelajari pada kegiatan Program Guru Penggerak ini.

Pada kegiatan rutin, pengolahan sampah organik diintegrasikan pada kegiatan adiwiyata sekolah. SMA Negeri 1 Kroya merupakan sekolah adiwiyata nasional yang sedang menuju sekolah adiwiyata mandiri. Saya berperan sebagai pembina kader pengolahan sampah organik dan pembina kader green house. Berkaitan dengan pengolahan sampah organik, saya bersama pembina yang lain membuat program kegiatan untuk pokja kami. Saat ini, program kegiatan pokja pengolahan sampah organik adalah pengolahan sampah organik menjadi kompos, pupuk organik cair (POC) dan ecoenzyme. Sampah daun kering yang berjatuhan, merupakan salah satu aset yang dimiliki oleh SMA Negeri 1 Kroya. Setiap hari, sampah daun kering ini disapu, dikumpulkan dan ditampung di tempat pengolahan untuk dibuat menjadi kompos. Selain itu, kader pengolahan sampah organik juga mengolah sampah organik menjadi ecoenzyme dan pupuk organik cair (POC) baik di sekolah maupun di rumahnya masing-masing. Produk hasil pengolahan sampah organik dari kader pengolahan sampah organik akan digunakan oleh kader adiwiyata lain misalnya kader green house, TOGA dan warung hidup sebagai pupuk dan pembuatan media tanam. 

Dari kegiatan rutin ini, kemudian saya membuat program pengembangan yang bertujuan agar murid dapat menerapkan pengetahuan, keterampilan dan produk yang mereka miliki ke lingkungan dan masyarakat sekitar dengan melakukan bakti lingkungan pemberian ecoenzyme ke saluran air dan sungai yang dekat dengan sekolah dan melakukan kegiatan sosialisasi pengolahan sampah organik ke warga sekitar sekolah.


Langkah-langkah yang saya lakukan adalah sebagai berikut :

1. Berkomunikasi dengan Kepala Sekolah berkaitan dengan rencana kegiatan kader pengolahan sampah organik.

2. Berkomunikasi dengan tim inti adiwiyata sekolah dan kader lain yang relevan yaitu kader jurnalistik.

3. Membimbing dan memotivasi murid agar mampu melakukan kegiatan sosialisasi ke masyarakat sekitar.

4. Membuat jadwal kegiatan dan mengurus administrasi kegiatan sosialisasi pengolahan sampah organik ke masyarakat sekitar, berupa surat permohonan ijin dari sekolah untuk melakukan sosialisasi pengolahan sampah organik kepada ketua PKK tujuan dan bakti lingkungan pemberian ecoenzyme ke saluran air dan sungai kepada ketua RW yang dituju.

5. Melaksanakan sosialisasi pengolahan sampah organik ke masyarakat sekitar.

6. Melakukan aksi nyata pemberian ecoenzyme ke lingkungan sekitar.

7. Melakukan refleksi kegiatan sosialisasi pengolahan sampah organik dan pemberian ecoenzyme ke lingkungan sekitar.


C. PERASAAAN (FEELINGS) DAN PEMBELAJARAN (FINDINGS)

Kegiatan pengolahan sampah organik di SMA Negeri 1 Kroya, dapat terlaksana baik terintegrasi ke dalam mata pelajaran, kegiatan rutin dan budaya sekolah membuat saya merasa sangat senang, terharu dan semangat. Dengan guru bertindak sebagai fasilitator dan motivator, ternyata dapat memunculkan keterampilan-keterampilan yang ingin kita latihkan kepada murid. Dengan pembelajaran yang masih sangat terbatas pada kondisi saat ini, banyak murid yang tidak saling mengenal bahkan dengan teman dalam satu kelasnya. Dengan mengikuti kegiatan ini, murid yang berbeda kelas dan berbeda tingkatan, mampu menjalin komunikasi dan kerja sama, saling berkolaborasi secara kreatif dalam tim untuk menyukseskan kegiatan yang telah direncanakan. 

Berkat kemampuan kerja sama, kolaborasi, semangat dan kreativitas murid-murid, kegiatan pemberian ecoenzyme ke saluran air dan sungai yang dekat dengan sekolah dan kegiatan sosialisasi pengolahan sampah organik ke warga sekitar sekolah dapat terlaksana dengan lancar. Kegiatan yang dilakukan dalam tim ini, memberikan banyak manfaat bagi murid, antara lain meningkatkan kemampuan berkomunikasi, kerja sama, kemampuan berdiskusi, berpikir kritis, membuat perencanaan, menumbuhkan rasa sosial, melatih kemampuan berbicara di depan orang banyak, tanggung jawab dan cinta lingkungan.

Pemberian ecoenzyme ke lingkungan dapat membantu proses penguraian sampah organik yang ada di saluran air dan sungai sehinggga saluran air tidak dangkal dan bau, dan bila dilakukan secara rutin, perairan akan menjadi jernih. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan rasa cinta murid kepada lingkungan yang bersih dan sehat dan turut adalah dalam menjaga bumi kita tercinta.

Kegiatan sosialisasi pengolahan sampah organik kepada masyarakat sekitar merupakan kegiatan untuk mengajak warga untuk ikut tergerak dan bergerak melakukan pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat. Ini akan memberikan keuntungan ganda, di satu sisi akan sangat mengurangi sampah organik di lingkungan dan mengurangi dampak negatifnya. Di lain sisi, mendapatkan produk yang bermanfaat dari pengolahan sampah organik tersebut, seperti kompos, pupuk organik cair dan ecoenzyme. Selain itu kegiatan ini sangat bermanfaat bagi murid untuk membangun rasa percaya diri, meningkatkan kemampuan berkomunikasi lisan, bersosialisasi, menghilangkan ketakutan berbicara di depan umum, melatih kepemimpinan, dll.

Kegiatan pengembangan ini membuat saya merasa sangat terharu dan bangga kepada murid-murid saya. Murid sejatinya bukanlah kertas kosong, mereka telah memiliki kemampuan-kemampuan awal. Tugas guru sebagai pembimbing adalah mengembangkan kemampuan awal tersebut dangan membuat program pengembangan sehingga murid dapat keluar dari zona nyamannya untuk mempelajari dan menerima hal-hal baru untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan melatih kepemimpinan mereka.

Dengan melaksanakan program pengembangan yang bertujuan agar murid dapat menerapkan pengetahuan, keterampilan dan produk yang mereka miliki ke lingkungan dan masyarakat sekitar, akan memberikan manfaat bagi murid tidak hanya sebagai individu, juga sebagai anggota masyarakat dan bagian dari lingkungan. Harapannya, hasil belajar murid menjadi lebih bermakna.


D. RENCANA TINDAK LANJUT (FUTURE)

Program pengembangan pengolahan sampah organik dengan melakukan sosialisasi pengolahan sampah organik kepada masyarakat sekitar dan pemberian ecoenzyme ke saluran air dan sungai yang dekat dengan sekolah telah berjalan dengan lancar dan in syaa Allah memberikan banyak manfaat.

Kegiatan positif ini akan terus kami laksanakan sebagai program rutin yang akan dilaksanakan secara berkala. Berdasarkan hasil refleksi, kegiatan berikutnya akan diupayakan berlangsung dengan lebih baik untuk persiapan dan pelaksanaannya.

Untuk kader pengolahan sampah organik adiwiyata SMA Negeri 1 Kroya saat ini telah menghasilkan 3 macam produk yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan di sekolah.  Apabila kebutuhan di sekolah telah tercukupi dan kami memiliki lebih banyak produk, rencana ke depan akan dikembangkan ke kegiatan kewirausahaan kader. 

Selain itu, dengan memacu kreativitas kader pengolahan sampah organik, diharapkan dapat memunculkan ide lain dalam pengolahan sampah organik. Sehingga ke depannya akan dihasilkan produk pengolahan sampah organik yang lebih bervariasi.


E. DOKUMENTASI KEGIATAN

1. Dokumentasi pengintegrasian pengolahan sampah organik ke mata pelajaran Biologi

 


 

2. Dokumentasi pengintegrasian pengolahan sampah organik ke kegiatan adiwiyata kader pengolahan sampah organik




 

3. Dokumentasi produk kader pengolahan sampah organik adiwiyata SMA Negeri 1 Kroya

     


4. Dokumentasi kegiatan sosialisasi pengolahan sampah organik kepada masyarakat sekitar sekolah

     


5. Dokumentasi kegiatan bakti lingkungan pemberian ecoenzyme ke saluran air dan sungai yang dekat sekolah